Selasa, 28 Maret 2017

Koki Anthony Bourdain Ungkap Rahasia Membuat Scrambled Egg


Telur biasa menjadi paduan yang pas dengan lauk apapun. Bahkan, kebanyakan masyarakat juga memilih menu sarapannya dengan telur.

Scrambled egg, atau telur kocok, biasa menjadi menu sarapan. Namun, bagaimanakah cara membuat scrambled egg yang benar dan menggoyang lidah?

Dilansir dari independent.co.uk, koki selebriti Anthony Bourdain membuat video panduan untuk pembuatan scrambled egg yang benar. Pria 60 tahun itu memuatnya dalam video Tech Insider.

Hal pertama yang dilakukannya adalah memanaskan panci yang akan digunakan untuk memasak telur. Namun, panci yang dipanaskan tersebut tidak boleh terlalu panas.

Menunggu panci panas, hal lain bisa dilakukan dengan menyiapkan bahan masakan. Bourdain memilih untuk mengetukkan telur pada permukaan yang rata sebelum pecah dan dituangkannya ke mangkuk.

Cara tersebut dinilai Bourdain sebagai cara yang aman supaya tidak ada kulit telur yang ikut masuk.

Setelah telur berada di dalam mangkuk, Bourdain mengatakan, kocoklah telur tersebut dengan menggunakan garpu. Namun, jangan mengocok secara berlebihan supaya kuning dan putih telur dapat menyatu dengan sempurna.

Dia juga menitikberatkan pada telur yang digunakan harus yang segar. "Jangan gunakan yang tidak segar. Jika kamu melakukannya, hasilnya akan jadi aneh. Warnanya menjadi pucat, dan terdapat titik-titik yang mungkin disebabkan dari sendok yang berminyak," tuturnya.

Selanjutnya, bumbui dengan garam dan lada, tapi jangan campur bumbu lainnya ke dalam telur tersebut.

Bourdain mengatakan, untuk membuat scrambled egg dirinya tidak membutuhkan air dan krim. 

"Saya tidak menggunakan air ataupun krim. Saya merasa susu atau krim tidak berpengaruh apapun pada adonan saya," tuturnya.

Meski demikian, Bourdain menyarankan supaya panci yang dipanaskan tersebut sudah bersamaan dengan mentega sebagai pengganti minyak.

Kemudian, kocokkan telur tersebut dituangkan dalam panci dan biarkan beberapa saat. Telur dapat dihancurkan dengan membentuk angka delapan. Namu, telur harus didorong ke pinggi panci dan melipatnya menjadi dua bagian.

Scrambled eggs yang halus, mengembang dan nikmat pun akan Anda dapatkan dengan tekstur yang juga cantik. (sumber: CNN Indonesia)

Inilah Kegemaran Wisatawan Indonesia Saat di Luar Negeri



Orang Indonesia tentu saja punya gaya liburan sendiri saat traveling ke luar negeri.
Ciri khas yang dimiliki wisatawan Indoensia saat berada di luar negeri ternyata hampir sama.
Budaya khas orang Indonesia ternyata juga masih dibawa saat keluar negeri.
Yakin deh, kamu juga akan punya ciri khas ini saat liburan di luar negeri.
Menurut Founder Tourism Training Centre (TTC), Tedjo Iskandar, seperti dikutip Grid.ID prilaku orang Indonesia saat berlibur adalah sebagai berikut:
1.  Sering telat
Ya, ini bisa dibilang ciri utama orang Indonesia ya.
"Untuk travel agent luar negeri yang ingin mengurus wisatawan Indonesia, orang Indonesia susah buat on time. Terbilang santai," kata Tedjo.
2. Suka belanja
Nah, kamu juga tahu dong orang Indonesia doyan belanja terutama saat traveling ke luar negeri.
Tedjo mengatakan barang bermerek, fashion, dan oleh-oleh jadi komoditi kegemaran orang Indonesia.
Kalau kamu hobi belanja jangan lupa ditawar sampai harga terendah ya.
3. Panduan yang sederhana
Orang Indonesia suka hal-hal yang simpel dan tak berbelit-belit.
Setuju kan?
Menurut Tedjo, wisatawan Indonesia memang lebih suka mendengarkan penjelasan pemandu yang sederhana tanpa perlu cerita yang berbelit-belit.
4. Gemar selfie
Kegemaran selfie ternyata dimiliki wisatawan asal Indonesia.
"Tua ataupun muda, semua gemar swafoto," tutur Tedjo.
Nah, adakah yang sesuai dengan kamu?
Kalau sesua berarti kamu benar-benar orang Indonesia.
So, jangan lupa tetap menjaga nama baik Indonesia saat traveling di luar negeri ya.

Senin, 27 Maret 2017

Curug Jenggala Baturaden Banyumas Jawa Tengah


MENDUNG menggantung di lereng kaki Gunung Slamet. Sepasang muda-mudi menaiki ratusan anak tangga berupa tanah berundak yang ditahan bambu-bambu.

Meski tinggal berjarak 100 meter dari Curug Jenggala, karena hujan lebat turun, mereka pun sabar menanti di sebuah pondok sederhana.

”Penasaran ingin lihat Curug Jenggala yang ramai di media sosial,” kata Melinda (18) yang datang bersama Audy Dwi (19), kekasihnya, Jumat (3/2/2017) siang.

Mereka berasal dari Kabupaten Cilacap dan khusus datang ke wisata alam di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, untuk mengisi waktu liburan kuliah.

”Rabu kemarin sudah sampai di Dusun Kalipagu, tapi keburu hujan deras lalu pulang lagi. Sekarang hampir sampai baru hujan deras,” tutur Audy.
Curug Jenggala berjarak sekitar 17 kilometer dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, dengan waktu tempuh 45 menit hingga 1 jam menggunakan kendaraan bermotor.

Setibanya di Dusun Kalipagu, pengunjung dapat membeli tiket masuk Rp 5.000 per orang. Sekitar 800 meter sebelum curug, karena akses jalan terbatas, kendaraan roda dua harus diparkir di halaman rumah warga dengan ongkos Rp 2.000 per motor.

Dari parkiran, pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri jalan bebatuan dan setapak selebar 1 meter di tepi pipa air PLTA Ketenger.

Sambil berjalan, pengunjung dapat menikmati sawah, alam perbukitan, dan hutan alami di wilayah Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyumas Timur. Jalan yang terjal dan curam itu dapat ditempuh sekitar 30-45 menit.
Alternatif lain adalah menyewa jasa ojek warga setempat dengan ongkos Rp 10.000 sekali antar hingga kompleks Rumah Jaga Kolam Tando Harian Muntu Sub PLTA Ketenger.

Rumah jaga itu hanya 300 meter sebelum curug. Jadi, pengunjung hanya tinggal berjalan kaki menyusuri bukit dan menyeberangi sungai dengan waktu tempuh 15 menit sebelum tiba di curug.

Dek cinta

Ikon khas wisata alam Curug Jenggala adalah dek cinta yang disusun dari kayu berbentuk waru atau hati. Di dek itu, para pengunjung bisa berswafoto dengan latar belakang empat buah jeram dari air terjun Jenggala.
Bila ingin mendapatkan foto dengan komposisi utuh dek cinta serta pemandangan air terjun, telah disediakan pula sebuah panggung setinggi 1,5 meter di depan dek cinta.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Gempita Desa Ketenger Purnomo mengatakan, di balik dek cinta ada makna untuk mengingatkan seluruh pengunjung dan warga tentang semangat handuweni atau memiliki.

”Dengan semangat memiliki, orang akan ikut mencintai dan menjaga lingkungan serta sesamanya,” kata Purnomo.

Curug Jenggala kini dikelola warga sekitar. Modal untuk membeli kayu untuk membuat deck cinta dan jembatan disediakan Perhutani, sedangkan warga bergotong royong menata tempat itu. ”Misi yang diangkat adalah hutan lestari, masyarakat sejahtera,” ujar Purnomo.

Setidaknya ada 30 orang yang dilibatkan untuk mengelola tempat wisata itu. Mereka berbagi tugas, antara lain menjaga loket masuk, pengembangan usaha, dan keamanan. Tiap bulan rata-rata pendapatan mereka berkisar Rp 1 juta-Rp 1,5 juta per orang.

”Dari sisi ekonomi, warga mendapatkan pemasukan tambahan. Dari segi sosial, warga mulai sadar bagaimana menyapa pengunjung serta tidak lagi menjemur pakaian dalam di depan rumah,” papar Purnomo.

Dwiyana (21), salah satu petugas loket, bersyukur mendapatkan pekerjaan di kampung halamannya itu setelah selesai SMA.

Sementara Suprapto (43), yang sehari-hari membersihkan lahan, kini mulai jadi tukang ojek. ”Sehari dapat Rp 70.000 sampai Rp 100.000,” kata Suprapto.

Di wilayah itu terdapat pula obyek wisata Curug Penganten, Curug Muntu, Situs Batur Lumpang, dan Bukit Cinta. Namun, dengan dibukanya obyek wisata Curug Jenggala pada 22 Oktober 2016, kata Dwiyana, jumlah pengunjung meningkat.

”Sebelum curug ini dibuka, jumlah kunjungan per bulan tidak sampai 2.000 orang. Setelah dibuka, pengunjung bertambah sampai 10.000 bahkan 13.000 orang per bulan,” kata Dwiyana.

Tokoh masyarakat Dusun Kalipagu, Nur Sanjaya (47), mengatakan, Curug Jenggala ada di pertemuan antara Sungai Banjaran dan Sungai Mertelu.

Di sana juga terdapat Situs Batur Semende yang menjadi penanda tempat pelatihan para prajurit Kerajaan Jenggala pada tahun 1040. ”Di sini para prajurit utama atau para senopati berlatih ilmu keprajuritan dan kanuragan,” kata Nur.
”Air surga”

Menurut Nur, Curug Jenggala diapit dua bukit, yakni Bukit Cipokol dan Bukit Ciangin. Cipokol berarti air pokok, sedangkan ciangin berarti embun. Air yang mengalir di Curug Jenggala, kata Nur, bermakna ”air surga”.

”Air itu memberi kehidupan bagi warga. Itu terbukti dengan tumbuhnya perekonomian seiring pertambahan pengunjung,” ujarnya.

Nur menambahkan, untuk menjaga keharmonisan dan kelestarian alam sekitar, warga ataupun pengunjung dilarang membuang sampah sembarangan, tidak berbuat mesum, serta menghargai kearifan lokal.

Demi keselamatan, pengunjung dilarang turun dan bermain air di sekitar curug yang tingginya sekitar 15 meter saat hujan dan mendung di bagian hulu karena rawan banjir.

Sayangnya, fasilitas dasar seperti toilet belum dibangun. Selain itu, kualitas jalan terutama 2 km juga masih harus ditingkatkan pemerintah setempat.  (sumber: kompas.com)

5 Makanan Ini Buat Kulit Terlihat Awet Muda


Jakarta: Melakukan perawatan kecantikan menjadi salah satu cara agar kulit tampak awet muda. Namun, sebaik apapun perawatan kecantikan yang Anda lakukan, tak akan memberi hasil maksimal apabila tak ditunjang pola makan yang sehat.

Enam dermatologis merekomendasikan beberapa makanan yang membantu meningkatkan hidrasi, melawan keriput dan hiperpigmentasi, mencegah noda, bahkan mengatasi eksim dan psoriasis.

Berikut ini makanan yang dimaksud seperti dilansir Prevention.

1. Alpukat

Alpukat memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal yang sehat untuk menjaga membran sel, membuat kulit lebih halus, lembut, dan terhidrasi. Buah ini juga kaya fitokimia yang berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan. Alpukat mudah berbaur dengan mineral dan vitamin di dalam tubuh, sehingga perbaikan terhadap kerusakan kulit berlangsung lebih cepat. Makan setidaknya satu buah alpukat setiap minggu.

2. Biji rami

Biji rami mengandung senyawa lignan, semacam asam lemak omega-3. Senyawa ini memiliki berbagai macam fungsi, antara lain melawan peradangan yang mengakibatkan jerawat dan kulit kering, serta mengatasi psoriasis dan eksim. Selain itu biji ramni juga baik untuk pencernaan dengan mencegah sembelit.

3. Tahu

Di daerah Florida Selatan, hiperpigmentasi dan bintik hitam menjadi perhatian para warga sepanjang tahun. Untuk melindungi paparan cahaya matahari, penduduk daerah tersebut rutin makan produk olahan kedelay seperti tahu dan tempe, 3-5 kali seminggu. Kedelai memiliki senyawa phytoestrogenic yang dikenal dengan isovlafon. Senyawa ini mampu meningkatkan metabolisme sel, dan membuat kulit tampak lebih cerah.

4. Cokelat

Kakao mengandung flavanol yang telah terbukti dapat memperbaiki tekstur kulit dan mengangkat sel kulit mati. Flavonol pada dark chocolate meningkatkan sirkulasi sehingga kulit terasa lembab.

5. Kacang almond dan yogurt

Almond memiliki manfaat anti-inflamasi. Sementara probiotik pada yogurt terbukti melindungi kulit dari jerawat dan eksim. Para dermatolog juga menyarankan untuk minum teh hijau. Sebab, dalam teh hijau terkandung polifenol yang dapat mencegah kerusakan yang disebabkan sinar UV. (sumber: metrotvnews.com)



Aplikasi Android Panduan Wisata Kota Malang


Pemerintah Kota Malang mengembangkan aplikasi berbasis Android bernama "Malang Menyapa". Aplikasi yang sudah tersedia secara gratis di Google Play Store itu dibuat untuk memperkenalkan pariwisata di kota tersebut.
"'Malang Menyapa' sebuah aplikasi pariwisata berbasis Android untuk memudahkan pelaku pariwisata ataupun dari wisatawannya sendiri," kata Kasi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Agung H Buana, Jumat (24/3/2017).
Sampai saat ini, status Malang Menyapa sebenarnya masih dalam tahap pengembangan. Oleh karena itu, konten dalam aplikasi tersebut belum terisi secara lengkap.
Ada tujuh fitur yang tersedia di dalam aplikasi itu. Di antaranya, destinasi, belanja, hotel, makanan, travel, oleh-oleh, dan hiburan.
Rencananya, pengelola usaha pariwisata di Kota Malang akan dibebaskan untuk melakukan promosi di dalam aplikasi itu. Para pelaku usaha tinggal melakukan pendaftaran dan membubuhkan konten di dalam aplikasi itu yang sesuai dengan usahanya.
"Pelaku wisata mendapatkan promosi gratis. Jadi dengan masuk ke aplikasi ini bisa mempromosikan usahanya. Pelaku wisata secara mandiri melakukan upload data," tutur Agung.
Punya tim verifikasi
Untuk menghindari kekeliruan data atau konten palsu, Pemerintah Kota Malang sudah menyiapkan tenaga admin untuk melakukan verifikasi terhadap semua bentuk usaha pariwisata yang ingin masuk ke aplikasi Malang Menyapa. Jika data yang dimasukkan tidak sesuai, admin berhak menolak untuk memasukkan konten itu.
"Kita punya admin yang bertindak untuk memfilter, yang layak atau tidak. Siapapun yang register harus divalidasi dulu oleh admin," kata Agung.
Di dalam aplikasi itu, pengguna yang mendaftar harus mencantumkan alamat lengkap lokasi usahanya dan terdeteksi di aplikasi Google Maps. Hal itu untuk mengarahkan wisatawan jika tertarik mengunjungi usahanya.
Tidak hanya itu, di dalam aplikasi itu juga terdapat fitur kalender event. Fitur itu untuk mengabarkan kepada semua wisatawan terkait event-event wisata yang akan berlangsung di kota Malang.
Pemerintah Kota Malang juga sudah mengembangkan SMS yang secara otomatis akan terkirim kepada ponsel wisatawan yang baru saja menginjakkan kaki di Malang.
"Ada SMS menyapa otomatis. Cuma sekarang masih kita lakukan penyempurnaan," ujar Agung.
Melalui aplikasi itu, Pemerintah Kota Malang menargetkan ada peningkatan kunjungan wisatawan. Terutama kunjungan wisatawan asing. Tahun ini, target kunjungan wisatawan asing untuk Kota Malang sebanyak 800 ribu hingga 1,5 juta orang.
Erfina Hakim, seorang pengusaha minuman mengaku terbantu dengan adanya aplikasi itu. "Dengan adanya aplikasi ini kita bisa masuk dan promosi," katanya.
Selama ini, ia hanya mempromosikan produknya melalui media sosial pribadi. Ia berharap akan ada tambahan produksi yang saat ini sudah mencapai 1.000 botol per hari. (sumber: kompas.com)

Nasi Aron, Makanan Khas Tengger Gunung Bromo


Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tak hanya menjual pemandangan tiada duanya.
Warga Tengger yang menghuni lereng Bromo juga memiliki kuliner andalan yang nikmat dan menyehatkan. Apa itu? Nasi aron.
Nasi aron suku Tengger ini dari jagung putih yang ada di lahan lereng Bromo, mirip dengan nasi putih kebanyakan. Bedanya, nasi aron Tengger bikin kenyang tahan lama, tak cepat basi bahkan hingga seminggu, dan rasanya lebih gurih.
Sayangnya, nasi aron kini mulai ditinggalkan karena dianggap tidak praktis. Padahal, nasi aron adalah masakan khas yang selain gurih, juga bagus untuk kesehatan.
Warga yang sudah sepuh masih ada yang tetap membuatnya. Salah satunya Mbah Lamsia (70), warga Pedukuhan Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Bagaimana membuatnya?
Menurut Lamsia, siapkan dulu bahan jagung putih yang panennya 4-5 bulan sekali. Jagung dipipil, terus ditumbuk sampai setengah halus dan direndam dalam air selama kurang lebih empat hari.
Setelah direndam, dijemur sampai kering. Pengeringan butuh waktu lama karena Sukapura bersuhu sejuk dan dingin.
Setelah kering, jagung ditumbuk lagi hingga halus dan disaring. Lantas, direbus setengah jam dan diangkat serta disiram dengan air panas serta diaroni. Selesai diaroni, direbus lagi tiga puluh menit lamanya hingga matang.
“Bentuk nasi aron bisa dibuat macam-macam sesuai selera pembuat. Kalau warga Tengger sukanya nasi aron dikepal. Disimpan dengan benar, bisa tahan seminggu. Enggak basi."
"Biasanya, penyajian nasi aron bersama dengan makanan pendamping lain seperti sayur daun ranti, tahu, campuran kentang dengan tahu, tempe, dan ikan laut,” ujar dia.
Menurut Lamsia, sambal terasi akan melengkapi nasi aron.
Camat Sukapura Yulius Christian mengatakan, supaya tidak punah, nasi aron sering disajikan kepada tamu, baik tamu kedinasan maupun keluarga dan relasi. Nasi aron bisa dijual ke wisatawan selain Bromo yang sudah terkenal.
Yulius menyebut campuran nasi aron yang gurih dan sayur daun ranti yang pahit mampu menurunkan kolestrol dan mengobati diabetes. Tak hanya itu, paduan nasi aron dengan sambal pedas dapat menahan lapar hingga berjam-jam.
"Pemkab berupaya dan membudayakan nasi aron di kalangan masyarakat Probolinggo. Salah satu caranya dengan menyajikan nasi aron ini pada tamu."
"Selain menjamu tamu dengan baik, nasi aron bisa dikenalkan kepada mereka. Agar lebih menarik, nasi aron kita lengkapi dengan sayur dan ikan laut dan asin, parutan kelapa, dan pelengkap lain,” ujarnya.
Menurut Yulius, nasi aron jarang tersedia di warung-warung. Oleh karena itu, pihak kecamatan bekerja sama dengan pihak perhotelan agar menyediakan nasi aron sebagai promosi dan pemasaran. Warung-warung kecil juga dirayu agar menjual nasi aron. (sumber: kompas.com)

Tren Minum Kopi Latte Arang Ternyata Tak Baik Untuk Kesehatan


Kini, ada minuman kopi yang sedang ramai dibicarakan di Internet, terutama Instagram. Minuman itu adalah kopi latte arang. Apa itu kopi latte arang? Ini adalah minuman panas yang dibuat dari arang yang diaktivasi dan produk susu alternatif. 

Minuman ini dianggap sebagian orang sebagai minuman ideal untuk membersihkan pencernaan. Efek dari arang yang diaktiviasi ini bisa meredam peradangan dan menyembuhkan beberapa masalah pencernaan. Ada juga yang menganggap kopi ini cocok untuk mengusir rasa mabuk dan dapat bertindak sebagai detoks. 

Bahkan Jodie Branmdman, terapi nutrisi, dalam tulisannya yang dimuat di Huffington Post memuji latte arang dengan berbagai manfaat. Arang yang diaktivasi dapat menjadi magnet bagi racun tubuh, membantu banyak hal mulai dari menambah kadar kolesterol HDL hingga isu mengenai kemampuan kognitif.

Namun, ternyata semua kebaikan di atas tidaklah selalu benar. Michelle McGuinness, seorang ahli diet, justru menganggap kopi latte arang ini hanyalah minuman trendi dengan harga terlalu mahal dan tidak ada manfaatnya sama sekali.

“Kopi latte arang ini adalah contoh minuman detoks yang sedang tren tetapi sama sekali tidak penting,” ungkap Michelle kepada Metro.co.uk.

Arang yang diaktivasi memang memegang peranan penting dalam perawatan overdosis obat dan keracunan. Cara kerjanya dengan mengikat zat kimiawi dan mengeluarkan itu dari perut, mengurangi penyerapan dan mengangkat zat penyebab keracunan. 

Namun, sifat arang yang diaktivasi itu tidak mendiskrimasi dan itu dapat menghapus nutrisi penting dalam tubuh dan, yang lebih dramatis, menetralisir pengobatan tubuh. 

Seseorang yang sedang minum obat-obatan untuk penyakitnya harus menghindari konsumsi arang yang diaktivasi ini. Bukti dari keuntungan arang yang diaktivasi ini tidaklah penting. Justru negatif efeknya yang merugikan kesehatan dan kebugaran tubuh.

Proses detoks tubuh menggunakan arang yang diaktivasi juga tidak penting untuk mendapatkan kesehatan tubuh yang optimal. Ada ginjal dan hati yang berfungsi sempurna sebagai alat detoks.

Jadi, tidak hanya kopi latte arang ini tidak ada gunaknya. Tidak perlu untuk detoks. Dan, yang terpenting adalah justru membahayakan jika dalam masa penyembuhan dengan minum obat-obatan. (sumber CNN Indonesia).