Sabtu, 22 April 2017

Pasar Bulu Semarang Jadi Tempat Nongkrong


Keberadaan berbagai macam kuliner di selasar Pasar Bulu, ikut meramaikan aktivitas jual beli di tempat tersebut. Kini, setiap sore hingga dini hari, berbagai jajanan dan masakan dijajakan. Ratusan pengunjung pun datang tiap harinya.
Pasar yang berada di sekitar kawasan Tugumuda tersebut, kini menjadi tempat nongkrong anak muda. Suasana makin ramai lantaran di komplek Museum Mandala Bhakti juga terdapat kafe. Berjam-jam, pengunjung menghabiskan waktu di tempat tersebut.
“Sudah beberapa kali, saya dan teman-teman ke tempat ini. Letaknya yang lebih tinggi dari jalan, membuat kami bisa melihat pemandangan yang bagus. Tugumuda yang disorot lampu pada malam hari terasa lebih indah,” ujar Agustina (25), salah satu mahasiswi swasta di Kota Semarang.
Penempatan kuliner di selasar Pasar Bulu menjadi kebijakan dari Dinas Perdagangan Kota Semarang, sejak awal tahun ini. Langkah ini merupakan salah satu usaha untuk menghidupkan pasar-pasar, yang sepi setelah direvitalisasi.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menuturkan, kini aktivitas jual beli di Pasar Bulu sudah bertambah hidup, terutama di lantai tiga. Untuk lantai tiga, ditempati pedagang aksesoris, kacamata, buku, dan juga makanan. “Kini, kondisinya jauh lebih baik. Bila biasanya hanya lantai satu dan dua yang ramai, kini lantai tiga juga mulai ramai. Kami pun akan menggelar berbagai acara untuk menghidupkan pasar-pasar di Semarang,” ujar Fajar Purwoto, Jumat (21/4). (sumber: suaramerdeka.com)

Rumah Botol Ridwan Kamil Disewakan


Rumah unik milik Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kini bisa dinikmati oleh masyarakat umum. Sebab, bangunan yang diberi nama 'Rumah Botol' itu kini bisa disewa oleh warga. 
Salah seorang staff Ridwan Kamil, Bella Datisi mengatakan, sejak diumumkan 7 April 2017, banyak masyarakat yang menanyakan informasi soal aturan main sewa rumah tersebut. Dari sekitar 50 peminat, baru satu orang yang sudah merasakan tinggal di rumah unik itu.
"Sudah lebih dari 50 orang yang bertanya. Tapi baru satu orang yang sudah menyewa," kata Bella saat dihubungi Kompas.com, Jumat (21/4/2017). 
Rumah Botol merupakan salah satu karya terbaik dari tangan Ridwan Kamil sewaktu menekuni bidang arsitektur. Bangunan yang berada di kawasan Cigadung, Kota Bandung itu pernah menyabet penghargaan Grewn Design Award 2009 dari BCI Asia.
Yang paling menarik adalah beberapa bagian dinding rumah itu dibuat dengan menggunakan 30 ribu botol minuman energi.
"Fasilitas Rumah Botol terdiri dari empat kamar tidur dengan ukuran tempat tidur berbeda, kolam renang, bak mandi air panas, dua kamar mandi, dan dapur. Maksimal penghuni delapan orang," ungkapnya.
Bagi yang berminat bermalam di Rumah Botol, penghuni diwajibkan memenuhi beberapa syarat. "Dilarang merokok, tidak boleh membawa hewan peliharaan serta ramah terhadap tetangga," ujar Bella.

"Untuk yang berminat bisa hubungi saya lewat akun sosial media instagram @bdatisi. Untuk informasi tambahan bisa mengakses di alamat http://bit.do/RumahBotolRK ," jelasnya. (sumber: kompas.com)

Kamis, 20 April 2017

Hidup Berdampingan dengan Kematian di Toraja


Sebagian besar dari kita tidak suka memikirkan atau membicarakan tentang kematian, namun di Toraja, Sulawesi Selatan, kematian menjadi bagian yang selalu dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ruang tamu berdinding kayu, tanpa kursi, meja, dan hanya dihiasi gambar-gambar yang tergantung di dinding, tampak dipenuhi beberapa orang yang tengah mengobrol. Aroma kopi menyeruak di tempat itu.
"Bagaimana kabar ayahmu?" tanya salah seorang tamu kepada tuan rumah, dan tiba-tiba suasana berubah.
Semua orang melirik ke sebuah kamar yang terletak di sudut ruangan. Di sana ada seorang pria tua berbaring di tempat tidur berwarna-warni.
"Ia masih sakit," jawab putrinya, Mamak Lisa, dengan tenang.
Sambil tersenyum, Mamak Lisa beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan ke pembaringan ayahnya. Dengan lembut ia menggoyangkan tangan ayahnya. "Pak, ada tamu sini ingin melihatmu. Saya harap kehadiran mereka tidak membuatmu marah atau tidak nyaman," katanya.
Lalu ia mengajak saya untuk memasuki kamar dan bertemu Paulo Cirinda.
Mata saya tertuju pada seseorang yang terbaring di tempat tidur. Paulo Cirinda, benar-benar tidak bergerak, bahkan tidak berkedip--meski saya hanya bisa samar-samar melihat matanya lewat kacamata yang sudah berdebu.
Kulitnya tampak kasar dan berwarna abu-abu, dipenuhi lubang-lubang seperti bekas digerogoti serangga. Sebagian tubuhnya ditutupi oleh kain.
Saya menatapnya lama sekali. Namun, lamunan saya buyar tatkala beberapa cucunya datang berlarian, memasuki kamar dan bermain-main.
"Mengapa kakek selalu tidur?" tanya salah satunya sembari tertawa nakal. "Kakek, bangun dan mari kita pergi makan!" kata cucunya yang lain setengah berteriak.
"Sstt....Sudah jangan ganggu kakek, ia sedang tidur," bentak Mamak Lisa. "Kalian akan membuatnya marah."
Dan, inilah hal yang mengejutkan saya. Pria ini, Paolo Cirinda, sudah meninggal lebih dari 12 tahun yang lalu. Namun keluarganya memperlakukan seakan ia masih hidup.
Bagi orang-orang di luar Toraja, menyimpan dan memperlihatkan jasad seseorang di dalam rumah terasa cukup aneh. Namun, ini merupakan tradisi yang dipegang teguh oleh lebih dari satu juta orang di Toraja selama berabad-abad.
Di sini, kepercayaan animisme mengaburkan batas antara dunia dan akhirat, membuat orang-orang yang sudah meninggal tetap bisa berjumpa dengan orang-orang yang masih hidup di dunia.
Begitu seseorang meninggal dunia, jasadnya tidak langsung dimakamkan, tapi disemayamkan terlebih dahulu selama berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Sementara itu, pihak keluarga menjaga dan merawat jenazah.
Mereka diperlakukan layaknya orang yang tengah sakit. Keluarga akan membawakan makanan, minuman dan rokok dua kali sehari.
Mereka dimandikan dan dipakaikan baju secara teratur. Keluarga bahkan menyediakan sebuah mangkuk yang digunakan sebagai "toilet" untuk almarhum di sudut ruangan.
Mendiang tidak pernah ditinggalkan sendirian dan lampu selalu dinyalakan saat hari berganti gelap. Keluarga khawatir jika mereka tidak mengurus jenazah dengan baik, maka mereka akan ditimpa kesulitan.
Menurut tradisi, jasad-jasad itu diawetkan dengan daun-daun khusus dan rempah-rempah yang digosokkan ke sekujur jenazah. Namun, saat zaman semakin modern, keluarga menyuntikkan formalin ke jenazah. Imbasnya, aroma bahan kimia tercium kuat di ruangan.
Sambil membelai tulang pipi ayahnya yang kasar, Mamak Lisa mengatakan ia masih merasakan hubungan emosional yang kuat dengan mendiang.
"Meskipun kita semua beragama Kristen," jelasnya sambil meletakkan tangan di dadanya, "kerabat sering mengunjunginya atau menghubungi lewat telepon untuk menanyakan bagaimana kabar ayah, karena kami percaya bahwa ia masih ada di sekitar kami dan bisa mendengar kami."
Selama saya di sana, saya tidak melihat tanda-tanda ketakutan terhadap orang yang sudah meninggal dunia.
Ayah saya sendiri meninggal beberapa tahun yang lalu, dan ia langsung dikebumikan sebelum saya memahami sepenuhnya apa yang telah terjadi. Saya masih belum bisa mengatasi kesedihan saya.
Yang mengejutkan saya, Lisa mengatakan bahwa keberadaan sang ayah di rumah membantunya untuk berduka. Lisa mengaku semakin punya waktu untuk menyesuaikan diri secara perlahan dengan status baru ayahnya sebagai mendiang.
Selama hidup, masyarakat Toraja bekerja keras untuk mengumpulkan kekayaan. Namun harta yang diperoleh bukan untuk hidup mewah. Sejatinya mereka menabung untuk keperluan kematian mereka kelak.
Cirinda akan berbaring di rumahnya sampai keluarganya siap mengucapkan selamat tinggal baik secara emosional dan finansial. Jasad Cirinda nantinya akan diberangkatkan dalam sebuah upacara pemakaman yang mewah di desanya.
Dalam kepercayaan masyarakat Toraja, pemakaman merupakan peristiwa ketika jiwa seseorang akhirnya meninggalkan dunia ini dan memulai perjalanan panjang dan sulit ke Pooya, tahap akhir dari akhirat, di mana jiwa akan bereinkarnasi.

    Kerbau diyakini menjadi pembawa jiwa ke alam baka dan itu sebabnya keluarga mengorbankan hewan itu sebanyak yang mereka bisa, untuk memudahkan perjalanan almarhum ke alam baka.
    Masyarakat Toraja menghabiskan sebagian besar hidup mereka menabung agar bisa menghelat ritual ini.
    Setelah tabungan para keluarga itu cukup, mereka mengundang semua teman-teman dan kerabat dari seluruh dunia. Semakin kaya almarhum semasa hidupnya, maka upacara yang diadakan pun lebih megah dan rumit.
    Saya menghadiri prosesi pemakaman seorang pria bernama Dengen, yang meninggal lebih dari setahun lalu. Dengen adalah orang kaya dan berkuasa. Dalam pemakamannya yang berlangsung selama empat hari, sebanyak 24 kerbau dan ratusan babi dikorbankan untuk menghormatinya.
    Kemudian, daging-daging itu dibagikan kepada para tamu selagi mereka merayakan kehidupan Dengen dan reinkarnasinya yang akan datang. Putranya mengatakan kepada saya bahwa pemakaman ayahnya menelan biaya lebih dari Rp664 juta - atau lebih dari 10 kali rata-rata pendapatan tahunan masyarakat setempat.
    Saya langsung membandingkan pemakaman yang mewah, ramai -diisi dengan tarian, musik, dan tentu saja darah- dengan pemakaman ayah saya. Saat ayah saya dimakamkan, kami hanya mengadakan upacara kecil yang dihadiri keluarga dekat, di sebuah tempat yang kecil, gelap dan tenang.
    Saya sangat sedih dan ada memori kelam di dalamnya, berbeda dengan pemakaman Dengen yang mewah.
    Setelah pemakaman selesai, waktunya untuk mengantarkan jenazah.
    Orang-orang Toraja yang sudah meninggal jarang dikuburkan dalam tanah. Sebaliknya, mereka dikebumikan di makam keluarga atau diletakkan di dalam atau di luar gua-gua, karena wilayah mereka dikelilingi pegunungan.
    Gua-gua ini merupakan tempat yang tampaknya menghubungkan akhirat dengan dunia orang hidup.
    Panjangnya mencapai beberapa kilometer dan berisi peti mati yang tak terhitung banyaknya, bahkan tengkorak dan tulang. Teman-teman beserta keluarga membawa "kebutuhan" untuk kerabat mereka yang sudah meninggal dunia, semisal uang dan rokok.
    Tradisi suku Toraja lainnya adalah tau tau, patung yang merupakan representasi kedudukan sosial almarhum semasa hidupnya. Patung-patung kayu ini mengenakan pakaian, perhiasan dan bahkan rambut almarhum.
    Harga rata-rata dari pembuatan patung-patung ini adalah sekitar Rp13 juta.
    Namun kematian bukan berarti perpisahan. Hubungan antara orang-orang yang sudah meninggal dan yang masih hidup berlangsung terus melalui sebuah ritual yang dinamakan ma'nene, atau "penyucian jenazah".
    Setiap beberapa tahun, keluarga mengambil peti mati kerabat mereka yang sudah lama meninggal dari kuburan lalu membukanya. Pda saat itulah mereka berkumpul kembali dengan orang yang sudah meninggal.
    Dalam upacara ma'neneini, teman-teman serta keluarga menawarkan makanan dan rokok kepada orang yang sudah meninggal dan membersihkannya dengan kasih sayang. Kemudian mereka akan berpose dengan almarhum untuk foto keluarga baru.
    Profesor sosiologi dari Toraja, Andy Tandi Lolo, menggambarkan tradisi itu sebagai cara mempertahankan "interaksi sosial antara mereka yang masih hidup dan orang-orang yang sudah meninggal".
    Sepulang dari gereja pada suatu Minggu, saya bersama-sama orang-orang dari sebuah desa di Toraja berjalan ke sebuah bangunan kecil tanpa jendela, berbentuk persegi dengan ubin berwarna kuning.
    Ini adalah makam keluarga. Suasana terasa surealis saat terdengar nyanyian yang berbaur dengan suara perempuan menangis.
    Semua orang di sini tengah melakukan ritual ma'nene untuk Maria Solo, yang meninggal tiga tahun yang lalu. Mereka mengatakan kalau masih hidup usia Maria sekarang 93 tahun. Dia ditempatkan di makam keluarga ini setahun yang lalu. Sekarang saatnya bagi dia untuk dibangkitkan.
    Lalu para pria membawa keluar peti mati silinder berwarna merah dihiasi pola geometris berwarna emas dan perak. Keluarga dekatnya membawa persembahan untuk Maria berupa daun tanaman koka, rokok, kacang pahit dan telinga kerbau yang baru dipotong.
    Tapi ada satu lagi ritual yang perlu dilakukan sebelum mereka membuka peti mati, yaitu menyembelih kerbau.
    Mereka akhirnya membuka peti mati dan sekali lagi, tercium aroma kuat formalin. Lalu tampaklah jenazah seorang nenek di dalamnya. Rambut putihnya diikat rapi ke belakang sehingga wajah tirusnya terlihat.
    Mulut, matanya yang setengah terbuka, serta kulitnya yang berwarna abu-abu membuatnya tampak lebih seperti patung ketimbang orang yang sudah meninggal.
    Bagaimana perasaan anak-anak mereka, melihat ibu mereka seperti ini?
    Anak sulungnya, seorang pengusaha yang kini tinggal di Jakarta, tampaknya sangat tenang. Ia mengatakan pada saya bahwa hal itu tidak mengganggunya sama sekali dan justru mengingatkan betapa sang ibu sabar dan menyayangi dirinya.
    Sama halnya dengan keluarga Cirinda, kerabat Maria Solo masih menganggap ibu mereka belum meninggal.
    Setelah jasadnya diperlihatkan, tanda-tanda kesedihan dan ketegangan pun hilang. Bahkan saya pun sudah tidak gugup lagi. Estersobon, sang menantu, mengatakan pada saya bahwa ritual ma'nene meringankan beban kesedihan dan membantu menghidupkan kembali kenangan-kenangan akan mertuanya.
    Saya mengatakan pada Estersobon bahwa saya ingin mengenang almarhum ayah saya ketika ia masih hidup. Saya akan khawatir jika melihatnya dalam kondisi meninggal, pandangan saya tentang dia akan berubah.
    Tapi Estersobon menegaskan bahwa kenangan anggota keluarga terhadap sosok mendiang tidak berubah setelah melihat mereka dalam kondisi meninggal dunia.
    Setelah puas menghabiskan waktu dan mengambil beberapa foto dengan Maria, sekarang saatnya untuk membungkus mendiang dengan kain putih sebagai simbol bahwa ia telah berganti pakaian.

    Di banyak desa, mereka mengganti pakaian mendiang dengan yang baru dan bahkan mengajak jenazahnya untuk berjalan-jalan berkeliling desa. Tapi praktik ini lambat laun menghilang, setelah 80% masyarakat Toraja berpindah keyakinan dari animisme, Aluk To dolo, menjadi Kristen. Perlahan, tradisi lama mereka tinggalkan.
    Namun, pemeluk agama Kristen dan Aluk To dolo selalu hidup berdampingan di wilayah ini. Andy Tandi Lolo mengatakan bahwa ketika misionaris Belanda lebih dulu tiba kurang dari seabad yang lalu, mereka mencoba untuk melarang animisme.
    Tapi meski mereka ingin masyarakat Toraja menerima agama baru yang mereka bawa, pada tahun 1950 mereka tetap memperbolehkan orang-orang Toraja melanjutkan ritual mereka.
    Tradisi ini mungkin tampak aneh bagi sebagian besar orang yang hidup di belahan dunia lain. Tapi mungkin prinsip-prinsip mereka tidak begitu berbeda dengan budaya lainnya.
    Mengingat kembali orang-orang yang sudah meninggal dunia merupakan sesuatu yang ingin kita lakukan dan masyarakat Toraja hanya melakukannya dengan cara berbeda. (sumber: BBC Indonesia)

    Rabu, 19 April 2017

    Bidik Turis China, Sriwijaya Air Tawarkan 8 Destinasi Wisata


    Direktur Komersial Sriwijaya Air, Toto Nursatyo mengatakan ada delapan destinasi wisata di Indonesia yang ditawarkan untuk pasar China. Destinasi itu dianggap bisa menggenjot pasar wisatawan China di Indonesia.
    "Jadi selain Bali, tadi sudah disinggung Lombok. Yang seksi untuk pariwisata China itu Bintan yang sedang digarap," jelas Toto seusai kunjungan kerja Menteri Pariwisata Arief Yahya di Kantor Sriwijaya Air, Banten, Senin (17/4/2017).
    Namun, destinasi Bintan menurutnya, masih terkendala terkait aksesibilitas di bandara. Selain, itu wisatawan China juga bakal diarahkan ke Belitung.
    "Belitung itu baru dibuka (rute penerbangannya)," ujarnya.
    Destinasi lain yang ditawarkan kepada wisatawan China adalah Danau Toba di Sumatera Utara. Saat ini, lanjutnya, kondisi Bandara Silangit baru bisa didarati oleh pesawat berbadan kecil.
    "Jadi belum bisa (didarati) Boeing 737," tambahnya.
    Ada destinasi lainnya yang diminati oleh wisatawan China seperti Tarakan. Destinasi di Kalimantan Utara tersebut akan menjadi pintu masuk ke obyek wisata Derawan.
    Untuk destinasi wisata Manado, Toto mengatakan Sriwijaya telah melayani penerbangan dari China ke Manado. Manado sendiri telah menjadi destinasi pilihan liburan wisatawan China.
    "Lantas Ternate, (di sana) sangat diminati khususnya Morotai dan sekelilingnya. Karena market China sangat suka pantai," tambahnya. 
    Menurut Toto, pasar wisatawan asal China adalah fokus pemasaran Sriwijaya Air. Sriwijaya juga membidik rute penerbangan langsung dari delapan kota di China. (sumber: kompas.com)

    Senin, 17 April 2017

    Genjot Wisman Crossborder, Kemenpar Dukung Atambua Adventure Offroad 2017


    Kegiatan crossborder kali ini ada di perbatasan dengan Timor Leste. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mensupport Atambua Adventure Offroad 2017 yang dihelat 22-23 April 2017. Sedikitnya ada 100 mobil yang ikut dalam adventure itu.
    Kegiatan yang dilaksanakan oleh pencinta otomotif di daratan Timor termasuk peserta dari Timor Leste ini akan melakukan touring pada hari pertama (22 april) dengan rute start Lapangan Simpang 5 Atambua menuju Air Terjun Mauhalek di kec Lasiolat, lanjut ke padang Fulan Fehan di Kec Lamaknen, dan ke Benteng Ranu Hitu di Kec Lamaknen, terus melintasi pegunungan Perbatasan RI-Timor Leste di kec Lamaknen dan kec Lamaknen Selatan.
    Hari kedua (23 April) start dari Desa Naekasa di kec Tasifeto Barat, menuju kec Kakuluk Mesak, batas kab TTU, kembali menuju arah kota Atambua, finish di Lapangan Simpang Lima Atambua, dilanjutkan dengan malam hiburan dan acara penutup.
    “Acara ini selain mempromosikan beberapa destinasi unggulan terutama kawasan wisata alam dan budaya yang ada di Kabupaten Belu, juga sebagai ajang silahturahmi anggota komunitas yang tersebar di seluruh kabupaten se-daratan Timor (Kupang, TTS, TTU, Belu dan Malaka) dan Timor Leste,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata Eathy Reko Astuti, Sabtu (15/4).
    Bila yang ditargetkan ada 100 mobil, berarti akan ada 400 orang peserta dalam offroad, 100 orang berasal dari Timor Leste dengan penonton sekitar 1.000 orang. Belu sendiri ditargetkan wisman tahun ini thn ini 131 ribu orang. Sedangkan untuk di 3 PLB NTT (Motaain, Motamasin dan Wini) ditargetkan 301 ribu orang pada tahun 2017.
    Kota Festival Budaya
    Esthy berharap, Atambua selain dapat menjadi kota festival budaya bagi Indonesia dan Timor Leste, juga menjadi arena ajang sport tourism. Menurutnya, bila Atambua dijadikan kota festival dan sport tourism, maka pariwisata di Belu akan semakin terdongkrak.
    “Timor Leste sangat bisa diajak untuk terlibat dalam festival karena antara timur dan barat Pulau Timor memiliki budaya yang sama. Sport tourism kini juga bisa menjadi atraksi baru. Semuanya menjadi ajang untuk meningkatkan hubungan persahabatan yang lebih erat lagi bagi dua negara bertetangga ini,” kata Esthy.
    Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Kabupaten Belu yang secara geografis berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dinilai memiliki daya tarik tersendiri dan sangat strategis untuk pengembangan pembangunan pariwisata.
    Sejak Kemenpar menghidupkan crossborder, area sejak 2016,wilayah perbatasan menjadi deatinasi yang lumayan bagus. Bahkan, sampai 3,6 persen dari total angka kunjungan wisman. “Belajar dari banyak negara di Eropa yang maju karena crossborder,” ungkap Menpar Arief Yahya.
    Tahun ini, 2017, crossborder area juga menjadi target perolehan wisman. Karena itu, berbagai event digelar untuk menghidupkan wilayah perbatasan dengan berbagai festival (sumber: suaramerdeka.com)

    Yuk Sarapan Pagi


    Sarapan pagi dianggap sebagai waktu bersantap paling penting bagi tubuh. Seperti dilansir Daily Mail, para ahli, menambahkan menu sarapan dapat mengubah produktivitas kerja seseorang. 

    Menurut Dr William Cole dari Mind Body Green, ada menu sarapan pagi spesifik yang dapat membantu kinerja seseorang dalam menjalankan tugas sehari-hari seefektif mungkin. 

    Ia menyarankan untuk memulai hari dengan menu sarapan alpukat, salmon dan telur rebus di atas ubi panggang. Keempat makanan ini kaya akan kandungan lemak sehat. 

    "Dengan menfokuskan diri dengan sarapan yang kaya lemak sehat di pagi hari, Anda telah membuat fondasi kuat untuk asupan enerji sepanjang hari, " terang Dr William Cole. 

    Berbagai pihak menyebutkan jika Salmon terutama yang baru ditangkap, telur dan alpukat mengandung lemak sehat yang penting sehingga tubuh bisa bekerja dalam kapasitas maksimal. 

    Daripada memulai hari dengan menu sarapan pagi yang penuh dengan kandungan karbohidrat seperti setangkap roti panggang, menurut para ahli, lebih baik roti ini diganti dengan irisan ubi panggang. 

    Jika otak manusia terlalu banyak kandungan lemak yang salah atau kurangnya kandungan asam lemak esensial (essential fatty acids/EFAs), sel syaraf otak harus berjuang keras mengkomunikasikan satu bagian dengan yang lain. Hal inilah yang jadi faktor utama penyebab turunnya mood, hilangnya kapasitas belajar dan sering lupa ingatan. 

    Asam lemak Omega-3, yang ditemukan dalam menu ideal sarapan pagi, sangat penting bagi efesiensi otak karena mereka berhubungan dengan konstruksi dan fungsi selaput yang bertugas melindungi sel otak. (sumber: CNN Indonesia)

    Minggu, 16 April 2017

    Perlukah Telur Dicuci Sebelum Dimasak?


    Demi alasan menjaga kebersihan, ibu rumah tangga kerap mencuci telur yang baru dibelinya di pasar. Proses mencuci ini dilakukan sebelum telur disimpan dalam lemari es. 

    Sekilas telur terlihat bersih, tapi faktanya, hal ini justru tak disarankan. Mencuci telur mentah dianggap justru bisa berbahaya.

    "Mencuci (telur) adalah hal terakhir yang ingin Anda lakukan," kata Lisa Steele, penulis buku 'Fresh Eggs Daily' kepada Extra Crispy.

    Lisa mengungkapkan bahwa sebenarnya telur ayam mentah segar memiliki lapisan pelindung alami yang disebut kutikula. Ini adalah lapisan pelindung alami yang tak terlihat di cangkang telur. 

    Lapisan ini merupakan lapisan tipis yang akan melindungi telur dari serangan bakteri yang menyebabkan cangkang rusak. 

    "Lapisan ini dihasilkan secara alami oleh induk ayam untuk melindungi calon anak-anaknya dalam telur," ucap Lisa. 

    "Jika Anda mencucinya dengan cara yang tak tepat dan mengikuti aturan khusus, maka lapisan ini akan hilang dan lebih rentan terhadap serangan bakteri."

    Prosedur pencucian telur sendiri sebenarnya bisa dilakukan, namun harus dibawah pengaturan yang sangat ketat dan juga sesuai undang-undang kesehatan. Di Amerika misalnya, proses pencucian telur harus dilakukan di bawah undang-undang federal AS. 

    Para petani sendiri dilarang untuk merendam telur di air atau direndam dalam jumlah zat besi tertentu selama proses pembersihan. 

    Lalu bagaimana kalau secara tampilan, telur ayam terlihat kotor. Seringkali banyak yang menyangka, sisa-sisa rumput dan berbagai benda tak diinginkan yang menempel di cangkang adalah kotoran ayam. Hal ini yang membuat orang sedikit jijik dan memutuskan mencuci telur. 

    Satu hal yang harus dipahami, bahwa sebenarnya hal itu bukanlah kotoran ayam. 

    Ayam bertelur dari lubang yang sama dengan pengeluaran urin dan feses. Meski demikian, 'mereka' tidak benar-benar keluar keluar bersamaan. 

    Saat proses bertelur, ayam betina memiliki lapisan membran tipis yang memisahkan telur dengan feses dan urin. Membran inilah yang akan melindungi telur dari eksresi ayam lainnya. Kesimpulannya, kotoran dan urin tidak benar-benar menyentuh telur. (sumber: CNN Indonesia)