Rabu, 08 Maret 2017

Raja Salman Bikin Kelimpungan Koki Istana Buat Cari Buah Delima, Apasih Manfaatnya?



Kedatangan Raja Salman bin Abdulazis al Saud memang menjadi topik berita yang sedang di bicarakan oleh banyak orang.
Kunjungan Raja Salman, tentunya bikin banyak orang bekerja ekstra keras.
Dari segi keamanan sampai dengan urusan makan.
Ngomong-ngomong soal makanan, Raja Salman punya permintaan khusus pada koki pribadi yang dibawanya.
Menyiapkan buah delima untuk disantap sang raja, itu bikin kelimpungan para koki istana yang menyertai kunjungan.
Walah, emang kenapa Raja Salman doyan delima?
Ternyata eh ternyata, ini manfaatnya menkonsumsi buah delima.
1. Mencegah Kanker
Buah delima dapat menghentikan kerusakan sel dan mencegah kanker, terutama kanker prostat, kanker payudara, dan kanker paru-paru.
2.Mencegah Penyakit Jantung
Antioksidan yang ada di dalam buah delima bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL),  dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) .
Dengan begitu akan meningkatkan aliran darah ke jantung, sehingga membuat jantung tetap sehat.
3. Mengatasi Kulit Kering
Buah delima mengandung asam punicic yaitu asam lemak omega 5, yang mencegah hilangnya kelembaban kulit.
Asam punicic atau asam lemak omega 5 memiliki kemampuan untuk melembabkan kulit kering, pecah-pecah, dan iritasi
4.Anti penuaan Dini
Wah ladies, kamu sendiri bisa lihat dong Raja salman yang sudah berumur sekita 80an masih tampak bugar dan tidak terlihat tua.
itu karena Jus buah delima bermanfaat untuk kulit yang rusak karena paparan UV sinar matahari maupun akibat proses penuaan.
Buah delima akan memperbaiki kerusakan kulit, sehingga kulit halus dan awet muda.
5. Mencegah Penyakit Alzheimer
kalau kamu secara rutin mengonsumsi buah delima tiap harinya, buah ini  bisa mencegah penyakit Alzheimer dan meningkatkan kemampuan otak para penderita Alzheimer
6. Menurunkan Darah Tinggi
Buah delima yang dikonsumsi tiap hari bisa menurunkan tekanan darah tinggi sebesar 5%.
Selain itu, buah delima juga bisa mengendalikan berat badan kamu
Manfaat antioksidan dari buah delima akan membantu untuk mengendalikan berat badanmu
7. Menyehatkan Kulit

kandungan Vitamin C yang ada di dalam Delima, berfungsi untuk memproduksi kolagen untuk kulit yang sehat.
Zat antioksidan yang ada juga melindungi kulit kamu dari polusi. (sumber: grid.id)

Selasa, 07 Maret 2017

Sebanyak 915 Keping Uang Logam Ulah Wisatawan Dikeluarkan dari Perut Penyu Ini



 Seekor penyu di Thailand harus diselamatkan setelah setelah bertahun-tahun menelan uang logam yang dilemparkan ke kolam tempat tinggalnya.

Kebiasaan menelan koin ini membahayakan jiwa si penyu sehingga para dokter hewan harus turun tangan mengeluarkan 915 uang logam dari dalam perutnya.

Penyu berusia 25 tahun bernama Omsin itu menjalani pembedahan selama tujuh jam pada Senin (6/3/2017), untuk mengeluarkan ratusan uang logam dengan total berat mencapai 15 kilogram.

"Ada 915 uang logam di dalam perutnya, kami harus keluarkan satu demi satu," kata Nantrika Chansue, dokter hewan di pusat riset akuatik Chulalongkorn, Bangkok, kepada AFP.

"Dia sudah sehat sekarang tetapi harus tinggal di sini selama dua pekan," tambah Nantrika.

Selama dua dekade terakhir, Omsin tinggal di sebuah taman publik di provinsi Chonburi. 

Para pengunjung taman biasa melemparkan uang logam ke kolam tempat Omsin hidup sebagai bentuk permintaan nasib baik.

Aksi pengunjung inilah yang membuat Omsin kerap menelan uang logam. Sehingga, para dokter hewan mendesak agar kebiasaan itu dihentikan.

"Seekor penyu bisa hidup hingga usia 80 tahun dan kepercayaan melempar uang logam ke kolam penyu akan membuat orang itu berumur panjang," kata Rungroj Thanawongsunuvej, dekan fakultas ilmu kesehatan hewan di Universitas Chulalongkorn.

"Melemparkan uang logam malah lebih membuat hewan menderita," tambah Rungroj. (sumber: Kompas.com)

Indonesia 'Beri Kehangatan' bagi Turis Swedia di Musim Dingin



Sebanyak 2,1 jutaan wisatawan mancanegara (wisman) asal Eropa mengunjungi Indonesia sepanjang 2016. Oleh karena itu, Kedutaan Besar Indonesia di Stockholm mengadakan pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha industri pariwisata di Swedia, demi meningkatkan jumlah kunjungan tersebut.

Duta Besar Indonesia untuk Swedia dan Lativia Bagas Hapsoro turut hadir dalam pertemuan tersebut. 

Ia memberi pemaparan mengenai potensi objek dan atraksi wisata di Indonesia, terutama kawasan yang masuk dalam daftar 10 Bali Baru, seperti Pulau Komodo, Wakatobi, Raja Ampat dan Candi Borobudur.

“Hingga Oktober 2016, tercatat jumlah wisman dari Swedia ke Indonesia mencapai 35.000 orang. Mereka mendominasi jumlah kunjungan wisman asal Skandinavia,” kata Bagas, seperti yang dilansir dari Antara pada Selasa (7/3).

“Bali masih menjadi tujuan utama, tapi wisman Swedia gemar mengunjungi kawasan baru, terutama yang sarat dengan tradisi dan kearifan lokal. Jadi, dalam acara ini kami promosikan kawasan wisata selain Bali,” lanjutnya.

Bagas lanjut menjelaskan, pada umumnya penduduk Swedia senang melakukan perjalanan wisata ke tempat-tempat yang tropis dengan suhu yang hangat, seperti Spanyol dan Thailand. 

"Hal itu dikarenakan lamanya musim dingin di Swedia, sehingga di saat itu, mereka mencari daerah wisata yang kaya akan curahan sinar matahari. Ini menjadi potensi besar pengembangan wisata di kawasan Indonesia," ujar Bagas.

Dari total 2,1 jutaan wisman Eropa yang datang, sebagian besar berasal dari Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Rusia dan negara Eropa lainnya.

Sebagian besar dari mereka datang melalui pintu masuk Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Batam Kepri, Bandara Tanjung Uban Kepri dan Bandara Kualanamu Medan.

Perusahaan Pariwisata Tawarkan Investasi di Mandalika ke Raja Salman



PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) telah mengajukan skema investasi khusus kepada kerajaan Arab Saudi.

Direktur Utama ITDC Abdullah M Mansoer mengatakan, perusahaannya mengajukan paket investasi berupa lahan seluas 300 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Lahan yang kami tawarkan kepada kerjaan Arab seluas 300 hektar itu sama luasnya dengan kawasan Nusa Dua," kata Abdullah saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/3/2017).
Abdullah menjelaskan, total luas Mandalika 1.300 hektar. Sesuai selera Raja Salman yang menyukai pantai, lahan yang ditawarkan untuk Raja Salman berada persis di pinggir pantai.
Rencananya, di lahan yang ditawarkan tersebut akan dibangun fasilitas dengan konsep Muslim Friendly Cluster.
"Ada pantainya juga, kelebihannya arealnya sangat privat dengan konsep muslim friendly cluster. Artinya tidak ada minuman beralkohol atau pemandangan yang dianggap tidak senonoh," tuturnya.
Sesuai konsep yang sudah berjalan, investor membangun fasilitas hotel dan wisata di atas lahan yang dikerjasamakan. Artinya, investor bebas mau membangun hotel, vila, atau fasilitas lainnya.
Adapun ITDC bertanggung jawab membangun infrastruktur, seperti jalan, taman, dan fasilitas umum kawasan.
Selain lahan di KEK Mandalika ITDC menawarkan paket kontrak khusus. Jika biasanya dengan skema kontrak 20 plus 30 tahun, untuk kawasan Mandalika bisa diperpanjang sampai 80 tahun.
Artinya dengan skema 20 plus 30 setelah masa kontrak habis 20 tahun maka bisa diperpanjang lagi selama 30 tahun. Tapi bagi Raja Salman kontrak bisa langsung diperpanjang 80 tahun setelah 3 tahun masa kontrak pertama berjalan.
"ITDC memberikan tawaran spesial berupa pengurangan pajak kepada investor yang berinvestasi di Mandalika," tutur Abdullah yang enggan menyebutkan nilai investasinya.
Proses negosiasi sendiri sudah berlangsung selama satu tahun terakhir. Diperkuat kembali dengan tim ekonomi kerajaan Arab Saudi ketika Raja Salman berkunjung ke Bali.
Saat ini, pihaknya masih menunggu komunikasi lanjutan dengan pihak Arab Saudi. Ia pun fokus melayani Raja Salman agar nyaman dan betah selama di Bali, dengan harapan berdampak positif pada investasi.
"Raja Salman ke Bali untuk tujuan liburan, kita berikan pelayanan terbaik. Buktinya mereka mau memperpanjang masa liburan," ungkapnya.
Sebelumnya Raja Salman tiba di Bali pada Sabtu (4/3/2017) melalui Bandara Ngurah Rai. Rencananya Raja beserta rombongan akan berlibur sampai di Bali hingga Minggu (12/3/2017) mendatang. (sumber: Kompas.com)

Senin, 06 Maret 2017

Usai Brexit, Wisata Belanja di London Jadi Semakin Seru



Benua Eropa menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara (wisman) untuk menikmati liburan musim panas. Setiap negara di sana menawarkan sensasi wisata yang berbeda, mulai dari yang bertema romantis di Perancis sampai serba budaya di Inggris. 

Namun, ada yang berbeda saat mengunjungi Inggris pada musim panas tahun ini. Terutama setelah Britania Raya memutuskan untuk hengkang dari kelompok Uni Eropa (UE), atau Brexit, pada Juni 2016. 

Selain mata uang yang melemah, tak ada perubahan peraturan yang berarti untuk izin berkunjung ke Inggris. 
Salah satu yang terasa ialah melemahnya nilai tukar mata uangnya, poundsterling, terhadap dollar Amerika Serikat sehingga biaya perjalanan wisata diperkirakan bakal semakin murah. 

“Bagi wisatawan yang gemar berwisata belanja, mengunjungi Inggris bisa dijadikan pilihan, karena mata uang poundsterling melemah setelah isu Brexit,” kata pengamat dari Universitas Kent, Benjamin LeRuth, seperti yang dilansir dari Travel and Leisure pada Senin (6/3).

Wisata belanja di Inggris berpusat di London. Kawasan yang populer ialah Oxford Street, Regent Street, Bond Street, Carnaby Street, Covent Garden, King's Road dan Camden.

Dan yang belakangan ini ramai dibicarakan ialah Bicester Village. Dilansir dari Daily Mail, kawasan wisata belanja ini disesaki oleh banyak toko yang menjual harga lebih murah dari yang ada di Bond Street. 

Suasananya pun masih terbilang kondusif, tak seperti di Oxford Street yang selalu penuh sesak.

Tak sedikit juga toko yang memberi diskon sampai 70 persen.

Badan Pariwisata London, Visit London, mengatakan kalau waktu yang tepat untuk wisata belanja ialah pada Desember hingga Januari. Di saat itu, 

banyak toko yang menawarkan potongan harga, sebelum dan setelah perayaan Natal serta Tahun Baru. 


“Tidak akan ada perubahan aturan izin kunjungan, wisatawan mancanegara tak perlu khawatir untuk berkunjung ke Inggris pada tahun ini,” ujar LeRuth.(Sumber: CNN Indonesia)

Ini Daerah yang Dikunjungi Perwakilan Raja Salman Usai Liburan di Bali



Sejumlah perwakilan rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud termasuk pangeran dikabarkan akan melanjutkan perjalanan ke beberapa daerah di Indonesia.
Ke mana saja mereka akan berlibur?
Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Asnawi Bahar mengaku mendapatkan informasi tersebut dari Malaysian Association of Tour and Travel Agencies (MATA).
Menurut Asnawi, perwakilan Arab Saudi yang sedang di Indonesia mengutarakan rencana berkunjung ke daerah lain di Indonesia.


"Beberapa akan beberapa daerah ke Lombok, Medan, Bangka Belitung, Sumatera Barat. Itu rombongan yang diminta raja untuk melihat situasi yang ada (di sana)," kata Asnawi saat dihubungi KompasTravel, Minggu (5/3/2017).
Informasi sementara yang Asnawi dapatkan, perwakilan Arab Saudi telah memesan 50 paket wisata ke Padang. Hal itu diketahui lantaran memesan paket wisata dari anggota Asita Indonesia.
"Yang saya tahu ke daerah itu saja. Tentu mereka sekalian jalan-jalan. Tidak hanya lihat potensi investasi," jelasnya.
Menurut Asnawi, perwakilan Kerajaan Arab Saudi itu nantinya akan mengunjungi sejumlah obyek wisata unggulan di daerah-daerah yang dituju.
Asnawi mengatakan mereka akan melihat kondisi daerah, keunggulan obyek wisata, dan hal-hal lain terkait penunjang investasi.

"Salah satunya mereka akan melihat Mandeh untuk (kroscek potensi) investasi. Benar-benar indah gak sih? Susah gak sih ke sana?" katanya.
Asnawi memaparkan rencana kunjungan perwakilan Raja Salman ke daerah lain di Indonesia juga diikuti oleh Pangeran Arab Saudi.
Namun, hingga saat ini, Asnawi belum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut. Rencana kunjungan itu akan dilakukan setelah Raja Salman bertolak dari Bali pada Kamis (9/3/2017). Raja Salman saat ini tengah berlibur di Nusa Dua, Bali. (sumber: Kompas.com)

Sabtu, 04 Maret 2017

Bandara Soeta Jakarta Gunakan VDGS



 PT Angkasa Pura II mulai menerapkan sistem digital untuk mengarahkan pesawat yang baru mendarat hingga ke apron di Bandara Soekarno-Hatta. 

Sistem digital bernama Visual Docking Guidance System (VDGS) itu membantu pesawat sampai di posisinya sehingga mempercepat turunnya penumpang dan barang kargo ke area klaim bagasi. 

"VDGS ini memandu pesawat yang baru mendarat secara cepat dan tepat menuju gate atau merapat ke terminal hingga berada di lokasi parkir. VDGS secara otomatis juga mengenali jenis pesawat, maskapai yang mengoperasikan, dan kota asal keberangkatan," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin kepada Kompas.com, Kamis (2/3/2017). 

Awaluddin menjelaskan, VDGS sementara ini baru diterapkan di apron Terminal 3. Maskapai yang beroperasi di Terminal 3 untuk saat ini adalah Garuda Indonesia penerbangan domestik, dengan rencana lanjutan penerbangan internasional Garuda Indonesia dan maskapai internasional lain yang tergabung dalam Sky Team. 

Selama ini, butuh waktu beberapa menit dari mendaratnya pesawat sampai tiba di gedung terminal. 

Juga memerlukan waktu untuk bongkar muat barang di kargo pesawat sampai penumpang bisa ambil barangnya di area klaim bagasi. 

Terlepas dari layanan penumpang, VDGS ini juga membantu memastikan waktu pesawat saat berada di area parkir sehingga bisa diatur dengan keberangkatan berikutnya.