Tampilkan postingan dengan label wisatawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisatawan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Desember 2017

Grab Layani Wisatawan di Candi Prambanan




Untuk memberi kenyamanan pada Mitra Grab dan pemakai platform aplikasinya, Grab juga terus melakukan pendekatan dengan berbagai pihak untuk meningkatkan layanannya. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Taman Wisata Candi Prambanan.
“Kami mempunyai Grab Venue yang berada persis di pintu keluar Candi Prambanan. Mitra bisa parkir secara bebas dan lebih nyaman untuk penjemputan penumpang,” ujar Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata saat menggelar Temu Seru Mitra di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Ahad (17/12/2017).

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan dalam satu tahun kehadirannya di Kota Gudeg, mitra pengemudilah yang telah membentuk Grab menjadi penyedia layanan transportasi terpercaya di Indonesia.
“Pencapaian ini berhasil terwujud berkat peran serta Yogyakarta dengan 2.000 mitra pengemudi, sebagai salah satu dari 104 kota tempat kami beroperasi,” ujarnya.
Dalam perayanan ini Grab menganugerahkan penghargaan kepada 64 mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike terbaik di wilayah Yogyakarta.Termasuk dalam penghargaan tersebut adalah hadiah berupa uang tunai, voucher belanja, hotel dan tempat wisata.
Selain mitra pengemudi yang telah menyelesaikan 20 perjalanan pada 11-17 Desember 2017 akan memperoleh satu kupon undian untuk memenangkan hadiah utama berupa satu unit motor. “Kami percaya bahwa mengedepankan taraf hidup mitra pengemudi akan mendorong mereka untuk memberikan layanan terbaik bagi penumpang Grab,” imbuhnya.
Terkait dengan pertumbuhan bisnis di Yogyakarta, Ridzki tidak mengungkapkan secara pasti, hanya mengatakan pertumbuhan di Yogyakarta tidak berbeda jauh dengan angka nasional. “Growth nasional mencapai 600% per tahun. Kami meyakini Yogyakarta juga tumbuh di kisaran angka tersebut, baik dari sisi mitra maupun pengguna jasa,” ujarnya.(bpp/tnc)

Sabtu, 25 November 2017

Kunjungan Wisatawan di Sleman Didominasi Candi Prambanan




Sampai Oktober 2017, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yog­yakarta (DIY) didominasi oleh wisatawan yang menikmati keindahan Candi Prambanan. Sebanyak 2.702.087 wisata­wan atau 42,48 % berkunjung ke Candi Prambanan dari to­tal 6.390.962 wisatawan yang bertandang ke Sleman.
“Destinasi favorit kedua di Sleman yakni wisata alam sebesar 1.548.522 wisatawan (24,34%). Sedangkan, objek wisata museum sebesar 880.517 wisatawan (13,84%). Sisa­nya 19,33% kunjungan wisatawan tersebar di desa wisata dan even-even di Sleman,” kata Kepala Dinas Pariwisata Ka­bupaten Sleman, Sudarningsih, di Sleman, Selasa (14/11).
Dari asal kunjungan, sebanyak 6.068.780 wisatawan nusantara (95,41%) dan 292.180 wisatawan mancanegara (4,59%). Sudarningsih memprediksi jumlah wisatawan sam­pai akhir 2017 akan mencapai 7-7,25 juta karena masih ada beberapa even di November dan Desember.(bpp/kjk)

Sabtu, 12 Agustus 2017

Gunung Kidul Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Wisatawan Mancanegara



Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya menarik wisatawan mancanegara melalui objek wisata yang masuk dalam geosite UNESCO global geopark Gunung Sewu. Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Hary Sukmono di Gunung Kidul, Sabtu (12/8/2017),

Sukmono mengatakan, pihaknya berusaha menarik kunjungan wisatawan asing untuk datang ke Gunung Kidul melalui objek wisata yang masuk jaringan global geopark. "Kami melalui Gunungsewu yang merupakan objek wisata situs warisan dunia anggota geopark UNESCO diharapkan menarik wisatawan mancanegara (wisman) ke Gunung Kidul," kata dia, berharap.

Menurutnya, Geosite  di Gunung Kidul ada 13, yakni meliputi Pantai Baron-Kukup-Krakal, Hutan Wanagama, Hutan Turunan, Gua Ngingrong, Gua Jlamprong, Air Terjun Bleberan, Lembah Bengawan Solo Purba. Selain itu, Pantai Siung-Wediombo, Luweng Goa Jomblang, Luweng Kali Suci, Endapan laut Miosen Awal (Formasi Sambipitu), dan Gunungapi Miosen Awal (Formasi Nglanggran).

Tiga geoside yang ada di Gunung Kidul saat ini ada beberapa yang menjadi terkenal, seperti di Gua Pindul dan Gunung Purba Nglanggeran. Dia mengatakan dengan sudah masuk ke UNESCO diharapkan bisa ikut mempromosikan wisata yang ada. "UNECO global geopark taraf internasional, berarti sudah standar internasional diharapkan lebih banyak lagi," kata Hary.

Ia mengakui saat ini belum ada data resmi mengenai jumlah wisatawan asing yang datang. "Kami masih mencari model membedakan wisatawan asing dan wisatawan lokal," katanya. (aaa/ant)